Tentara Bayaran Gabung Tentara Israel Perang di Gaza, Dibayar Rp 65 Juta Per Minggu El Mundo , satu di antara surat kabar harian terbesar di Spanyol, dalam laporannya pada Jumat (10/11/2023) mengungkapkan tentara bayaran asal Spanyol tentara Israel (IDF) melawan Hamas di Gaza. Surat kabar itu mengutip pernyataan seorang tentara bayaran yang mengaku tertarik gabung perang membantu IDF karena bayarannya lumayan.
“ dibayar dengan sangat baik, peralatan bagus, dan pekerjaan bagus,” kata Pedro Díaz Flores Corrales yang dirinya sebagai neo Nazi dilansir media tersebut dan dikutip JN . Surat kabar tersebut menerbitkan foto dirinya di sebuah pos pemeriksaan perbatasan dekat Jalur Gaza yang diambil dari unggahan di X (twitter). Belakangan, unggahan itu diketahui sudah dihapus. Laporan menyebut, tentara bayaran itu terkenal ketika Rusia mengumumkan kematiannya di Ukraina.
Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Siskaeee Pasca Mendekam di Penjara Terkait Kasus Film Porno Tentara Bayaran Gabung Tentara Israel Perang Lawan Hamas di Gaza, Dibayar Rp 65 Juta Per Minggu FANTASTIS Tentara Bayaran Gabung Tentara Israel, Melawan Hamas di Gaza Digaji Rp 65 Juta Per Minggu
Gaji Tentara Bayaran Israel untuk Perang di Gaza Rp 66 Juta Per Minggu Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 Terdapat Tentara Bayaran pada Konflik Palestina Vs Israel, Dibayar Rp 65 Juta Perminggu oleh Israel
Survei Elektabilitas Capres Terbaru, Pilpres 2024 1 Putaran, Prabowo Mengaku Sudah Tak Sabar Kerja Halaman 4 Rupanya, Corrales juga ikut g sebagai tentara bayaran di perang Rusia Ukraina. Moskow Corrales dituduh memotong jari tentara yang tewas.
Surat kabar itu mengatakan dia 3.900 euro seminggu (setara Rp 65 juta) untuk berperang di Gaza. Dia tidak dipekerjakan secara langsung oleh tentara Israel, tetapi melalui pihak ketiga. El Mundo dalam laporannya mengatakan, kali ini dia tidak ikut berperang atas dasar kemanusiaan, seperti yang dia ketika Rusia menginvasi Ukraina.
Menurutnya, kali ini yang terpenting adalah soal finansial. Corrales, 27, mengatakan dia telepon dari mantan rekan seperjuangannya, seorang kontak lama yang sudah berangkat ke Israel dan memberinya tawaran yang tidak bisa dia tolak. “Dia menawari saya pekerjaan, kondisi yang baik, dan dia mengatakan kepada saya bahwa mereka sedang orang orang dengan catatan militer yang baik,” katanya.